Kecewa, sedih, dan sakit.
Itu yang saya rasakan saat itu.
Pertanyaan "kenapa harus saya" sempat menghampiri. Saat 'proses' itu, saya pun mendapat jawabannya.
Jumat sepulang sekolah tiba-tiba ada flek di c*lan* d*l*m. Saat itu usia kandungan 10-11 minggu. Ada flek saat hamil, jadi waswas tersendiri. Tapi baca di internet, bahwa flek adalah hal wajar saat kehamilan pertama, saat itu saya bisa bernafas kembali, karena flek hanya sedikit bisa jadi hanya kecapean, pikirku saat itu. Esoknya, Sabtu, tidak ada kejanggalan/tidak ada flek atau merasakan sesuatu. Siangnya, dengan sengaja mengecek ditemukan lagi flek. Melalui referensi yg telah dibaca, sedikit bisa bernafas. Karena flek hanya flek biasa, tidak terlalu mengkhawatirkan. Dan sore, flek itu kembali. Suasana mulai resah, menghubungi suami yang saat itu ada acara seminar di kampusnya. Dia panik dan ketakutan, sehingga dia memutuskan langsung pulang untuk memeriksakan ke bidan. Pukul 19.00 suami baru sampai, kita langsung berangkat. Kecewanya, sang bidan tidak ada dan jadwal hanya sampai pukul 18.00. Setelah ke bidan, usaha mencari dokter sekitar Cisaat pun dilakukan. Tapi tak membuahkan hasil. Saat itu gejala tidak hanya flek, tapi perut sedikit kram (seperti datang haid).
Minggu, berharap keanehan itu tak ada lagi. Dengan rasa degdegan, pagi itu pukul 05.00 saat buang air kecil saya periksa, dan flek agak banyak. Panik, tidak tahu apa yg harus dilakukan. Paginya, bilang ke suami kalau flek masih ada. Suami hanya menyuruh bedrest saat itu. Karena bidan/obgyn tidak ada yg buka, dan suami pun berangkat kerja. Saat itu saya mulai mengurangi aktivitas, hanya tidur di kasur (bedrest). Siang, sakit perut itu semakin menjadi. Dengan panik langsung menghubungi suami yang saat itu sedang di kantor, untuk beranjak pulang. Setelah suami di rumah, langsung pergi ke RS terdekat. Lihat jadwal praktik dokter, agak lega karena ada dokter praktik d hari Minggu. Di meja pendaftaran, semakin lemas, menginformasikan bahwa dokter hari itu kebetulan sedang tidak praktik. Ke IGD pun saya rasa percuma, karena tidak ada obgyn.
Esoknya, Senin, sakit semakin menjadi. Pagi-pagi langsung berangkat mengurus rujukan ke RS, ke poli kandungan. Antre cukup lama, akhirnya bertemu dr Hendri Ginting, Sp.Og. USG pun dilakukan, sambil dokter bertanya tanggal berapa terakhir ibu haid. Saat melihat layar hasil USG, dokter agak kebingungan karena usia janin dan hasil USG tidak sesuai. Jika melihat ke usia kehamilan, seharusnya janin sudah berbentuk, yang terlihat hanya gumpalan hitam kantung janin. Hal itu sama dengan yang saya lihat di hasil USG sebulan sebelum itu. Dokter mengatakan, kemungkinan janin tidak berkembang dan dijadwalkan cek kembali tanggal 5 November untuk memastikan. Bagai disambar petir di siang bolong. Banyak pertanyaan pada diri sendiri, "kenapa seperti ini, dan kenapa harus saya"
Pola makanan, setelah dinyatakan mengandung asupan cukup dijaga dibantu dengan susu dan vitamin ibu hamil setiap hari. Saat itu dokter memberi tiga jenis obat, penguat kandungan, asam folat, dan obat rasa nyeri untuk kontraksi. Selasa, perut semakin nyeri. Berat, keram, berjalan pun harus menahan nyeri. Meringik ke suami ingin kembali ke RS. Saya datang membawa rujukan yang disarankan dokter, di sana tertulis tanggal 5 November, di atasnya tidak tahu tertulis apa 😬.
Datang ke IGD, dan memperlihatkan rujukan itu, dokter IGD pun bertanya, "Pendarahannya banyak tidak bu, perut sakit karena itu karena kontraksi. Di sini tertulis BO jadi mungkin dokter sudah jadwalkan untuk kuret"
Dengan lancarnya dokter IGD mengatakan itu. Saya dan suami terdiam. Di lobi rumah sakit kita diskusi, dan berujung debat. Di sana saya membuka kembali kertas rujukan, di situ ada tulisan BO.
Di awal kehamilan sering membaca artikel tentang kehamilan, dan berdiskusi mengenai kehamilan dengan teman "sesama hamil". Ada tiga gugurnya janin, yakni hamil anggur, ektopik, dan blighted ovum (BO). Seminggu yang lalu, teman saya bercerita bahwa dia didiagnosa ektopik (masih diagnosa awal, mudah-mudahan salah). Prihatin, sangat sedih, karena dia adalah salah satu teman terbaik saya. Dan hari itu, setelah mengingat kembali 3 jenis keguguran itu, saya tidak percaya bahwa saya mengalami salah satu dari tiga jenis itu. Didiagnosa salah satu dari keguguran janin tadi. Hancur sehancur hancurnya, sakit.
Selasa, karena di awal saya hanya memeriksakan ke bidan, maka saya ke bidan, yang seharusnya pukul 16.00 baru buka, pukul 15.00 saya dan suami sudah di klinik. Sambil selonjoran, menghibur suasana hati yang tak tergambarkan. Berusaha bergembira, dan tertawa, meski menahan sakit. Suami selalu menguatkan, meyakinkan kemungkinkan terburuk itu tidak akan terjadi "sehat ya de, mamanya juga sehat ya" itu yang selalu dia ucapkan sambil mengelus perut, yang semakin maju setelah hamil. Antrean nomor satu, masuk. Setelah menceritaka apa yang saya rasakan, dari raut sang bidan mengatakan bahwa ini tidak beres dan merujuk saya ke Sp.Og. Semakin hancur, karena sang bidan yang selalu menyemangati untuk makan sehat, hari itu malah memotivasi saya untuk tetap semangat. Dari perkataan sang bidan, saya menyimpulkan, ini gagal janin dan harus diangkat.
Sepulang dari bidan, saya menangis di pelukan suami. Suami sedih, namun dia berusaha menyemangati saya.
Besoknya, atas rekomendasi teman, saya menuju RS lain. Berharap ada jawaban yang berbeda, yang bisa memberikan harapan, meski hanya sedikit. Seperti biasa, mendapat antrean awal, karena datang sebelum jam praktik dibuka. Di USG, dokter pun memberikan jawaban sama. Janinnya tidak berkembang, hanya ada kantung janin. Sang dokter memberikan jawaban dengan detil, tanpa bertanya dokter menjelaskannya dengan rinci. Dokter langsung merujuk saya untuk rawat inap, dan menjalani kuret.
Menangis? Tidak, saya sudah dalam keadaan siap untuk mempersiapkan hamil berikutnya. Yang tidak siap adalah, memberitahukan kepada keluarga bahwa saya harus melakukan kuret saat itu. Karena saya tidak sanggup, saya serahkan kepada suami. Setelah itu, saya tidak kembali ke rumah, karena rumah sakit yang saat itu saya datangi ruang inap penuh, saya dirujuk ke rumah sakit di mana dokter itu juga praktik.
Pertanyaan mengapa harus saya, langsung dijawab olehNya. Saya sadar, hanya manusia biasa. Yang memberi kehidupan, kenikmatan, kebahagiaan, adalah Dia. Dia berhak mengambil kapanpun, tanpa memberi aba-aba, siap atau tidaknya saya menerima itu. Perlahan Dia memperlihatkan masalah yang saya hadapi tidak ada apa-apanya. Banyak yang lebih parah, bahkan di usia kandungan delapan bulan bisa saja Allah ambil. Harapan untuk melihat bayi tentu lebih besar, berbeda dengan saya. Maka, tidak ada alasan lain, selain harus kuat.
Pasrah, tawakkal. Insya Allah saya ikhlas.
Jumat, 02 November 2018
BO(ku)
Rabu, 22 Juni 2016
Selasa, 18 Agustus 2015
Welcome to the Jungle
Sabtu, 11 Juli 2015
Perempuan
Senin, 15 Juni 2015
Indonesia Open 2015
Setiap kali tiba depan Istora yang dihiasi dengan ornamen-ornamen bulu tangkis dan dikerumunin orang untuk sekadar berfoto itu rasanya, i couldnt describe it. Kalimat pertama yang diucapkan dalam hati, finally im back and standing here. Indonesia Open adalah salah satu ajang bergengsi pertandingan bulu tangkis kelas premier super series. Dari beberapa ajang super series bahkan premier lainnya, tak ada satu pun yang bisa mengalahkan euforia dan antusias pendukung Indonesia. Meski hanya menempatkan satu wakil saja di final, namun Indonesia tak kehabisan pendukung. Istora yang setiap tahun digunakan sebagai tempat ajang tersebut pun tak luput dari gemuruh teriakkan penonton. Teriakkan itu bisa saja menjadi 'aura negatif' bagi pemain atau malah jadi suntikan semangat. Pemain Indonesia yang bermain tahu betul bagaimana rindunya masyarakat Indonesia menyaksikan wakil negaranya berdiri di podium juara 1. Bisa jadi, teriakkan pendukung se-Istora menjadi beban untuk pemain, sehingga bemain terlalu berhati-hati dan akhirnya malah banyak melakukan kesalahan sendiri (so ngerti haha). Atau sebaliknya, menjadi penyemangat untuk menjadi juara. Paling salut ketika melihat permainan China. Ya, pemain China sangat jarang mendapat dukungan Istora, kecuali pemainnya yang enak dipandang. Istora lebih banyak berpihak kepada lawan China, tapi pemain China malah selalu bermain santai tanpa reaksi yang berlebihan dan (selalu) diakhiri dengan kemenangan. SALUT ! Butet/Owi yang menjadi salah salah satu andalan pun belum bisa menjadi penawar kerinduan bagi masyarakat Indonesia yang terakhir Juara hanya didapat di ganda campuran Ahsan/Hendra 2013 lalu. Dan lebih sedih lagi ketika Ahsan/Hendra yang 2014 lalu menjadi runner up, tahun ini (2015) hanya mampu mencapai semifinal kalah oleh pemain Tiongkok si ganteng Fu Haifeng/Zhang Nan. Greysia Polii/Nitya Krishida Maheswari terpaksa memberikan titel runner up, setelah dikalahkan oleh pemain Tiongkok (lagi) di final. Ini sebenarnya bukan masalah menurunnya kualitas, tapi meratanya kualitas di Asia maupun Eropa. Indonesia harus mampu membentuk mental pemain menjadi mental "juara". Oke Istora, sampai berjumpa Agustus nanti di Kejuaraan Dunia.
Senin, 13 April 2015
$@&$@&$
Selamat Malam. Agak malu rasanya dan sedikit agak bingung ketika buka laman Blog. Saya tahu, Blog kalau bisa ngomong pasti bilang "Ini yang empunya Blog kenapa datang pas lagi ada maunya ya" hei hei heiii... Tenang. Saya di sini datang membawa kedamaian hehe. The first, i want to say... Senang berjumpa denganmu lagi Blog. Biarkan aku lebih lebih sering menyapamu sekarang, karena kamu yang selalu mau dan sudi mendengarkanku, wataaaaaaaau :D
Sabtu, 31 Januari 2015
Untitle
Setiap kejadian atau peristiwa tentu harus ada satu hal yang kita ambil sisi positifnya, minimal untuk kebaikan diri sendiri.
Termasuk 'penyadaran' pada diri kita bahwa pentingnya menjaga diri. Siapa lagi yang mau menjaga diri setulus hati tanpa menyakiti kalau bukan diri ini, bukan?
Penyadaran itu kadang datang darimana saja. Sakeras apapun penyadaran itu, tentu kita harus mengucapkan terima kasih. Karena setidaknya kita telah disadarkan bahwa itu tidak baik atau bahkan tidak tepat.
Penyadaran apapun itu, percayalah melalui dia yang mengingatkan, Tuhan memberimu isyarat bahwa Dia masih mencintaimu. Termasuk penyadaran, bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Termasuk mencintai seseorang.
Terlalu lama menjaga hati agar tak menambah (bekas) luka, terlalu lama menjaga diri agar tak lagi merasakan hidup yang sia-sia.
Semoga diberikan yang terbaik :)
Nb: Dan percayalah, hanya dengan mencintaiNya, kita tak akan merasakan yang namanya patah. Patah semangat, patah harapan ataupun patah hati. Allah bless us :)
Minggu, 11 Januari 2015
14:48
19:26 WIB masih di depan komputer. Redaktur belum memberi kode untuk minta cek berita.
I have not idea for write something, but now too bored just for sit at my chair.
Well, after the watched movie by Merry Riana. Pesan yang disampaikan dapet banget, sangat menginspirasi. Tapi tetap saja, bukunya lebih enak 'dinikmati' dibanding filmnya (menurut saya lho).
Cuma inget satu kalimat aja yang 'nyes' di ulu hati, 'See How Much I Like You'.
Kamis, 08 Januari 2015
What the Mean of 'Serious' ?
Sekarang sudah masuk 2015, dan umur kini sudah berada di pertengahan 23. Sulit memang menjalani hidup di perdesaan dengan umur yang katanya sudah matang. But actually, saat ini saya jauh dari matang. Kecuali ada yang mau meyakinkan dan membantu saya untuk mematangkan diri, hingga tak menganggap diri sebagai anak yang masih bersembunyi di ketek orang tua.
Satu persatu teman seperjuangan baik di SD, SMP, SMA, kuliah telah gagah berani melepas masa sendirinya, dan tentu teman untuk diajak diskusi masalah pernikahan semakin banyak. Hehe
Untuk list calon pengantin di 2015 saja sudah banyak. Dududuuuuu.... Jadi aku kapan? Hehe
Ada yang bilang, mending dicintai daripada mencintai. Namun apa dengan berjalannya waktu hal demikian akan tetap sama? Apa dia akan selalu mencintai kita? Apa dia akan selalu menerima kekurangan kita?
Terlalu banyak hal yang harus dipikirkan agar tidak salah memilih pendamping untuk menemani hingga akhir hayat nanti.
Oke, masalah hubungan serius. Suka agak bingung dengan istilah hubungan serius tapi nyatanya tidak ada hal serius. Semuanya biasa. Apa saya yang terlalu dalam memahami kata serius? Karena dalam KBBI, serius berarti sungguh-sungguh, tidak bergurau.
Segera pecahkan misteri ini Tuhan.
Oke, saya sudah siapkan lagu alternatif yang keras dan headset biar ga genger ocehan kalian. Hehe
Sabtu, 08 November 2014
Jangan Asal Mimpi
Well, kegalauan setelah selesai pendidikan masih berlanjut sampai sekarang. Bukan karena kurang jajan, melainkan karena pekerjaan. fuuuuhhhh....
Masih sangat ingat beberapa tahun lalu memiliki mimpi untuk menjadi seorang jurnalis di PBSI. Keinginan tersebut muncul karena kecintaan saya terhadap (pemain) bulutangkis.
Ya, beberapa tahun lalu sangat tidak ingin melewatkan ajang bulutangkis di mana pun, link livestreaming pasti diburu hanya untuk memuaskan hati menonton bulutangkis.
Sampai akhirnya, Saya menulis "i wanna be a Journalist" dan ditempel di papan pengumuman dinding kamar. Sangat iri ketika melihat para fotografer berjejer di pinggir
lapang untuk mengambil gambar pemain, setelah selesai bermain mereka berlari ke ruang Conferrence Pers dan bonusnya, selain bisa wawancara dan berhadapan langsung
mereka juga bisa berfoto bersama. Terakhir, yang bikin saya iri, mereka bisa ke luar negeri untuk meliput. Aaaaaaaaaaaaaak...
Meski sekarang memantau badminton hanya sekadarnya tidak seperti dulu, namun keinginan untuk bekerja di PBSI masih sangat gila.
Dulu, jika memikirkan jalan untuk menjadi Jurnalis sangat gelap. Tidak memiliki teman yang bergelut di dunia jurnalis, dan kemampuan menulis berita masih minim hanya
bermodalkan belajar dua semester tentang jurnalistik, yakni Dasar-dasar Jurnalistik dan Bahasa Jurnalistik. Karena terlalu mencintai dunia jurnalis,
tugas akhir skripsi pun masih berhubungan dengan jurnalistik.
Singkat cerita, Saya rasa ini jawaban doa yang saya pinta dulu, saya bekerja di dunia jurnalistik. Meski hanya koran lokal, namun saya jadikan tempat untuk belajar.
Ada yang bilang, jika belajar di kampus, ini tempat kerja. Sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut, saya belajar di mana pun, di tempat kerja saya belajar.
Menanggapi pernyataan tersebut juga saya jadikan pelajaran, belajar sabar menanggapi pernyataan yang tidak Saya setujui dan tetap menghargainya.
Tentang doa, Tuhan selalu menunjukkan yang terbaik. Dan saya percaya dengan tiga jawaban doa, yakni yang pertama Tuhan akan langsung menjawab doamu,
Kedua, doa akan dikabulkan namun menunggu waktu yang tepat dan yang terakhir, Tuhan tidak mengabulkan doa yang kamu minta namun Tuhan akan menggantinya dengan yang
lebih baik.
Semoga ini jadi langkah awal untuk saya berjalan ke PBSI, bermodalkan list mimpi yang ditulis di Papan, doa dan usaha keras yang akan saya jalankan. Mudah-mudahan mendapat ridho-Nya.
Well peoples, jika bermimpi pikirkan matang-matang dan jangan tanggung-tanggung. Sesuaikan dengan bidang yang kamu cintai, tulis list mimpi kamu dan tempel di dinding kamar dekat
tempat tidur agar terlihat dan diucapkan dalam doa setiap mau tidur dan bangun tidur. Mimpi setinggi langit ya, jadikan motivasi dan jangan takut untuk jatuh. Good Luck untuk kita semua.
Anyway, di bawah ini foto-foto papan yang ada di kamar. List impian saya. Mulai keinginan masa depan hingga kebutuhan masa depan.
Mau punya rumah impian, suami impian, punya mobil sendiri hingga tempat-tempat yang ingin saya kunjungi. Bismillah .. semoga tercapai.
Kamis, 25 September 2014
Terbaik
Tulisan ini ditulis ketika saya merasa sudah kehilangan mereka, orang-orang terbaik yang selama empat tahun ini menemani saya. Saya bukan orang yang pintar memperlihatkan kesedihan secara langsung, namun melalui ini lah saya dapat menyampaikannya.
Dasar sifat saya yang (kadang) sok kenal sok dekat membuat saya lebih dekat dengan beliau di antara mahasiswa yang lain (mungkin). Banyak ilmu yang saya dapatkan dari beliau melalui obrolan-obrolan sederhana (dibaca:rumpi) di ruang prodi, tentang apapun itu, saya selalu mencuri hal yang asing bagi saya. Tidak malu saya bertanya cara membuka box file secara polos, dan alhasil seminggu setelah itu ditempat ngajar saya ditugaskan mencari absensi di box file yang jenisnya sama.
Beberapa tahun lalu saha pernah bilang, “Eka mah nganggep bapak bukan cuma dosen, tapi kayak ke kakak” padahal kan saya ga tau rasanya punya kakak seperti apa. Begitulah.. kepolosan saya kadang membuat orang terjebak. Dan pada akhirnya sampai sekarang saya selalu meminta layaknya adik, termasuk minta jajan meski ga pernah diberi hahaha...
Terimakasih pak, telah memberikan saya kesempatan untuk belajar lebih tentang apapun.
Terima kasih pak, telah menjadi kakak yang selalu memberi saran yang kadang disampaikan dengan memakai lebih banyak bumbu pedas.
Terima kasih pak, Terima kasih... semoga mahasiswa PBSI Lebih baik dari kita (angkatan 2010), Terima kasih Bapak David Setiadi.
Terbaik “lain” juga ingin kusampaikan kepada teman tercinta Reni dan Bebeng.. agak nyesek ketika mendengar Bebeng untuk angkat koper, memilih pulang ke Sagaranten. Terima kasih “aa” selalu menemani saya berkuliner ria, meneguk kopitiam bersama, riweuh bersama danlainlain. Sungguh, aku galau tanpa teman sepertimu, weeekkkss..
Reni, meski tidak jarang kita berselisih paham namun saya akui kamu teman terbaik (belanja) saya hahaha... teman kuliner, teman curhat, teman belanja, dan lain-lain. Meski kadang kita bertiga berbeda pendapat, namun kita memiliki kesamaan dalam hal jodoh yang belum juga datang. Dan buruknya, 'kutukan' itu masih berlanjut sampai wisuda.
Semoga kita selalu diberikan kesehatan, pekerjaan yang sesuai dengan hati, gaji yang cukup (untuk bekal hidup se-RT), semoga selalu disangka banyak uang terus (karena ucapan adalah doa), dan semoga kita cepat dipertemukan dengan yang “Terbaik” masing-masing (dibaca:Jodoh) ujung-ujungnya teteeeep
Amin Allahuma Amin..
Sabtu, 13 September 2014
Doa Malam
namun kadang kekagetan menyertai proses tersebut.
Mencari yang terbaik juga hak seorang wanita bukan?
Meski jodoh memang sudah ditakdirkan, namun yang menentukan kapan bertemu ya kita. Dengan ikhtiar yang tiada henti, sampai dipertemukan dengan pilihan-Nya.
Hati saya terlalu berharga untuk dilukai (lagi).
Tuhan.. maaf bila saya terlalu mencintai diri..
Kau yang mampu membolak-balikkan hati manusia..
Hamba sadar akan diri yang tidak lepas dari larangan-Mu, namun hamba terus berusaha meminta kapada-Mu untuk diberikan yang terbaik.
Sungguh, hamba hanya menginginkan yang terbaik. Bukan hanya untuk hamba-Mu ini, tapi untuk orang tua hamba, adik dan keluarga.
Senin, 18 Agustus 2014
My Day
Eh eh ehhh welcome my new age..
Rasanya baru kemarin jingkrak-jingkrak memakai baju seragam muslim bertiga di atas panggung menari lagu Almanar, sekarang sudah kepala dua didampingi angka yang di mirip-miripin sama monkey.
Rasanya baru kemarin beli serutan pensil di Mang Dudu yang ga setiap hari nangkring di pinggir SDN cibatu II.
Rasanya baru kemarin pergi ke sekolah pukul 06:30 naik angkutan 07 ke cibadak dengan memilih angkot yang bermusik dan wangi.
Rasanya baru kemarin sakit hati karena tidak diterima di SMA Negri.
Rasanya baru kemarin ospek bareng kafilah 13.
Tuhan.. secepat itukah Kau memutar waktu?
dua tiga.. yaaa.. dua tiga.. berulang-ulang saya menyebutkan angka itu di depan kaca.
Pertanyaan yang sama yang selalu saya tanyakan pada diri sendiri setiap tahun "Sudah bisa apa ka?" jawaban yang sama pula saya katakan *sambil nyengir* "ga tau" ...
Merampungkan pendidikan S 1 di tahun ini Alhamdulillah tercapai dengan IPK 3,57 (Sombong ceritanya), yaaa that one of my many dream has came true.
By the way, thank u to everyone for wishes. Especially my family and my good friends. Ngomong-ngomong gift birthday. Orang rumah ngasih kado sehari sebelum hari H, tanggal 16 Agustus. Bemula dari Oong yang dasarnya tidak bisa dan tidak mau memberikan kejutan, ya mungkin karena ga mau ribet. Sore hari sepulang dari tempat kerja teteh, saya mampir beli ramen. Sampai rumah langsung ke kamar Oong mau cek sudah pulang atau belum sekalian menawari ramen. membuka pintu dan digoda, saya tidak sengaja melihat bungkus kado di tas sekolahnya yang tebuka. Sontak Oong marah dan mengusir secara sadis. Setelah itu, makan ramen bersama and she said "ini..udah ketauan ini lah" sambil menyodorkan kantong yang berisi kado.
Please ... be romantic ong. Masa ngasih kado gitu, no say birthday.. but it is u, ga mau basa-basi. Mau ya terima, ga mau ya ga usah. Sadis kan. Padahal kan saya mau pura-pura ga tau hehe..
senang luar biasa melihat isinya.. thank u Oong..
Dan malamnya, kiki dan galih memberi kado. Heiiiii terimakasih adik dan sepupu kesayangankuuu..
Ngomongin say birthday, kenapa hampir semua ada kata "nikah" pacar aja ga ada, wakakakak... saya hanya bisa mengamini...
Terimakasih pula untuk pasukan jahat yang telah menghabisi saya, mulai dari memberikan jeruk nipis di minuman saya, dan membuat saya menjadi adonan kue ceplok sana-sini. Nanti-nanti rencanakan dengan rapi ya jika mau berbuat jahat. sampai-sampai oong bilang "kado ketauan, terigu ketahuan" yaa gitu deh.. aku kan PEKA wahahaha..
Doa saya saat ini semoga selalu diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah, sukses, dikelilingi oleh orang-orang yang baik, orangtua selalu sehat dan bahagia, sang adik bisa lebih sukses dari saya, dan semoga saya mendapatkan apa yang selayaknya saya dapatkan di usia saat ini, semoga Allah menghendaki. *tuingtuiiiiing* heheh
Amin ya robbal alamin
Kamis, 07 Agustus 2014
Kapan Nikah?? ...
Ngomongin nikah dan masa depan menjadi topik yang paling ngehits di umur sekarang.
Paling seru deh kalau sudah membicarakan topik itu. Ngomongin berapa modal nikah, punya anak berapa, biaya sekolah anak.. saking asiknya sampai lupa si jodohnya manaaaaaa? * tepok jidat*
Well.. Lebaran adalah ajang para ibu-ibu dan bapak-bapak (rempong) menanyakan sodaranya yang masih melajang "Kapan nikah??"
Tapi, pertanyaan "kapan nikah" dijadikan umpan balik untuk menagih jatah THR "THR dooong..kan belum nikah"
By the way, beberapa minggu lalu ngobrol sama bu Kepsek, awalnya ya gitu bartanya kapan nikah. Saya jawab "masih muda bu"
Bu kepsek jawab "saya kebilang telat nikah, umur 25 baru nikah berarti umur anak 25 saya sudah setengah abad"
Nyengir ga jelas mendengar jawaban bu Kepsek. Sesampai di rumah, saya langsung menghitung-hitung umur "kalau saya nikah dua tahun lagi kira-kira saya akan mendapatkan cucu d umur 50 " ga kebayang keriputnya sudah tingkat apa.
Belum punya apa-apa, dan belum bisa melakukan apa-apa menjadi alasan kenapa saya belum melepas masa lajang, tapiiiii yang paling utamanya sih ya ituuu.. jodohnya belom ada wakakaka
kalau sudah bertemu jodoh dari kemarin-kemarin mungkin beda ya ceritanya hihiii...
Banyak yang harus saya pikirkan, Tuhan tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Karena saya adalah seorang kakak , saya memiliki tanggung jawab yang lebih dari seorang kakak biasa.
Semoga diberikan yang terbaik :)
Senin, 21 Juli 2014
Sarjana, Pekerjaan dan Mimpi
Mencoba menulis nama sendiri beserta embel-embelnya, agak geli membacanya.
Alhamdulillah bisa sampai di titik ini, semua atas ijin-Nya dan doa dari orang tua, adik, keluarga dan teman-teman. Serta dukungan dan bantuan dari program studi.
Masih ingat jelas beberapa tahun lalu sering mengeluh (di sini) karena tugas yang menumpuk. Sekarang menulis untuk kelulusanku menempuh pendidikan di jenjang S1.
Setelah selesai, dikira akan plong tidak ada beban. Tetapi ternyata dugaan saya salah, beban dua kali lipat lebih berat. Gelar sarjana yang terpampang secara lisan membuat saya malu jika hanya memeluk nilai yudisium dengan predikat Dengan Pujian di dalam rumah. Apa kata tetangga? Apa kata teman-teman yang sudah lebih dulu bekerja tanpa gelar?
Hal tersebut lah yang membuat saya untuk sesegera mungkin mencari pekerjaan, apapun itu yang penting cocok. Akhirnya sabtu (19/7) melamar ke sekolah atas rekomendasi tetangga. Jawabannya, "senin datang lagi ya"
Akhirnya hari ini datang lagi ke sekolah dan bertemu dengan kepala sekolah yang berbeda dengan kepala sekolah lainnya :), i like her personality. She's humble, friendship but profesional :).
Tidak kaget sih mendengar total gaji bersih yang akan saya dapatkan. Namun ada banyak hal yang belum bisa saya share di sini mengenai hari ini. Next time i will share here.
Actually, i wanna be journalist. But my english is not good enough. Every job development need graduated had TOEFL score minimum of 400, and that difficult for me, although not too difficult.
Well, i think i must study hard from now for study english (i know that late, tetapi tidak ada kata telat kan untuk belajar) . Not just pasive but i must active (speak and write) for english.
I need ur pray guys.. hope i can bring my big dream to be true, it is be a Journalist (in PBSI).
Kalian menjadi saksi perjuanganku..
Menggapai mimpi itu tidak mudah, perlu kerja keras, doa dan pengorbanan. Saya yakin semua orang tau teori itu.
Sukses untuk kita semua :)
Minggu, 20 Juli 2014
Indonesia Rebut Dua Gelar di Taipei
Dua pasangan pemain Indonesia berdiri di podium ajang Taipei GPG. Pecinta bulutangkis bisa bernafas lega akhirnya WD pasangan Greys/Nitya bisa juara meski hanya di tingkat GPG. Lawan yang dikalahkan cukup tangguh yakni Wang Xiaoli/Yu Yang (seed 1). Wajah yang berdiri di podium juga berbeda seperti biasanya, Hendra/Andrei berhasil merebut gelar di sektor MD. Semoga gelar juara selalu "mereka" berikan untuk Indonesia di setiap turnamen :)
Kamis, 03 Juli 2014
Tentang Simon
Baru saja membaca World Rangking badminton. Agak ngilu hanya ada beberapa saja yg ada di top five..eh ehh tapi simon naik lagi rangkingnya. Ngomong-ngomong Simon, akhir-akhir ini kenapa mainnya kece banget ya. Permainnya seru, bikin jantung dagdigdugjess...seperti permainan Indonesia Open kemarin pas lawan Hu Yun. Kalo udah kejar-kejaran angka dari awal sampe 22-24 saya pikir jika kemampuan seimbang, hanya keberuntungan yang bisa menjawab.
Permainan Klasik juga diperlihatkan kemarin di Final Australia Open lawan Lin Dan. Awal game sangat meyakinkan tapi, Lin Dan kaya yg haus banget gelar.. kaya singa dibangunin musuhnya. ulet banget mainnya.. dua game mainnya kece.. ga emosian #so komentator banget#
Game awal emang sih Lin Dan maennya jorok banget, tapi dua game selanjutnya.. apik banget dan simon kalah "lagi".
Mudah-mudahan Simon berkesempatan mengukuti World Champion dan menang :D
Kedewasaan juga menghampiriku hahha.. dulu kalau ada pemain kalah pasti ga enak hati sampai kebawa mimpi, sekarang nontonnya ga emosian, udh skor kritis memilih diam dan tutup telinga biar ga denger ocehan kanan kiri yang judge pemain.
Well, setiap hari i love badminton, much hahhahahaha
Selasa, 01 Juli 2014
Litle Dream Come True (Indonesia Open 2014) :D
Satu minggu yang lalu... salah satu hari yg bersejarah. Berlebihan emang dikatakan seperti itu, tapi yaaaa memang begitu adanya. Mencintai Olahraga terutama bulutangkis sudah dari kecil. Bermula dari kesukaan bapak yang menular pada anaknya, begitulah.. semuanya menular secara alami. Bola dan bulutangkis yang sering kami ikuti permainannya. Jika ada yang mengatakan aku memiliki impian terpendam terhadap bulutangkis, itu tidak 100 persen salah dan tidak 100 persen benar pula. Pecinta bulutangkis siap sih yg tidak mau berganti posisi menjadi sosok yang "disukai". Dulu pulang sekolah jika sedang "musiman" bulutangkis dikampung, ya pasti main setiap hari.. yg punya raket ya pake raket, yang ga punya ya.. pake triplek, bahkan pakai sendal pun jadi.
Well, kembali ke topik awal mengenai minggu lalu. Ya, setelah sekian lama mendambakan menginjak Istora pada saat ajang Indonesia Open. Dan itu telah menjadi kenyataan, yaaa itu salah satu mimpi kecil saya (mimpi ko sepele ya) hehe.. maklum lah hidup di pinggiran desa yg jauh dari panasnya Jakarta, namun hiruk pikuk macetnya sedang menuju hampir menyamai sepertinya.
Banyak belok sana-sini ceritanya, tak apa lah yaaa :)
Awalnya bingung, berpikir sepanjang hari menuju Istora naik apa, turun dimana..
Malam hari mencoba menghubungi sahabat kecilku melalui BBM, dan singkat cerita ke Istora jadi, berangkat pagi (berangkat dah daripada dibilang hoax sama Oong) hahaaa...
Sulit dipercaya bisa melihat permainan Ahsan/Hendra melawan si maha ganteng dgn pasangannya. Ya meskipun kalah. Melihat langsung tidak sejengkel nonton dirumah yang pasti kebawa mimpi nyeseknya, kalo nonton live yg kebawa mimpi yg bening-bening yg ada di lapang hehee..
Good night..
Selasa, 15 Oktober 2013
A Mother is True Love
Perlahan ia mulai
bisa menikmati angin yang berhembus dipagi
hari..
Ia bergumam “pagi
ini indah, apa setiap pagi seperti ini? kamana saja saya selama ini..”
Jumat, 27 September 2013
Sepenggal Cerita
Sepenggal kenangan bersama mereka.
1. Mencatat kebaikan dan keburukan kalian untuk di presentasikan dikelas Akuntansi.
2. Mencatat dan mengetahui hal-hal baru dari kalian, tapi kebanyakan berbau porno wakakakaka... heyyyy kalian tau kan saya gadis lugu dan polos, tapi kalian telah meracuni otak saya.
Blog Archive
My Profile
- Eka Elprida
- Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia
- Terkadang kita hanya bisa "berbicara" melalui tulisan, karena tidak semua orang mau mendengar apa yang kita bicarakan. Welcome in my blog. Selamat membaca dan silahkan berikan komentar (jika mau). Semoga bermanfaat :) Im just simple girl ~ Badminton lover
Pengikut
Categories
- Badminton (7)
- Eka (1)
- Eka Eka Eka (27)
- Holiday (1)
- Kuliner (4)
- Materi Perkuliahan (3)
- Para Nyai (1)
- Sinopsis (2)




