Senin, 14 Januari 2013

Perluasan Frase

Frase atau kelompok kata adalah satuan gramatikal yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi.

Frase dapat pula diklasifikasikan berdasarkan jenis kata yang menjadi pembagian inti pembentuknya, yaitu frase verbal, frase ajektival, frase nominal, frase pronominal, frase adverbial, frase numeralia, dan frase introgativa.
Frase verbal adalah frase yang intinya berupa kata kerja.
Contoh :    berjalan cepat, berkata benar, sedang membaca
a.        Frase ajektival adalah frase yang intinya berupa kata sifat.
Contoh :     merdu sekali, sangat indah, aman sejahtera
b.      Frase nominal adalah frase yang intinya berupa kata benda.
Contoh :    banyak kemudahan, siang dan malam, alam anakku
c.       Frase pronominal adalah frase yang intinya berupa kata ganti.
Contoh :    kamu sekalian, kau dan aku
d.      Frase adverbial adalah frase yang intinya berupa kata keterangan.
Contoh :    lebih kurang
e.       Frase numeralia adalah frase yang intinya berupa kata bilangan.
Contoh :    tiga belas, lima atau enam
f.       Frase introgativa adalah frase yang intinya berupa kata tanya.
Contoh :    apa dan siapa
g.      Frase preposisional adalah frase yang intinya berupa kata depan.
Contoh :    bagi dia, dengan ayah, Ketika berlibur

Implikasi Analisis Kajian Stilistika dalam Puisi Goenawan Muhammad

Implikasi Analisis Kajian Stilistika dalam Puisi Goenawan Mohammad

Kwartin Tentang Sebuah Poci
Pada keramik tanpa nama itu
Kulihat kembali wajahmu
Mataku belum tolol, ternyata
untuk sesuatu yang tak ada

Apa yang berharga pada tanah liat ini
Selain separuh ilusi
Sesuatu yang kelak retak
dan kita membikinnya abadi
a.  Analisis Sistem Tanda yang Digunakan Pengarang              
Pada puisi Goenawan Mohammad di atas bila diperhatikan terdapat paparan gagasan dalam komunikasi keseharian, namun jika ditinjau lebih lanjut dalam setiap kata, larik, bait dan tanda yang digunakan tentulah memiliki beban maksud penutur. Misalnya pada larik “sesuatu yang kelak retak” dapat menuasakan gagasan kehidupan manusia itu tidak abadi. Serta penggunaan lambang retak biasanya mengacu pada benda yang mudah pecah namun di sini pengarang ingin memberikan efek emotif sehingga retak tak lagi mengacu pada makna realitas namun secara asosiatif dihubungkan dengan kematian atau kefanaan tubuh manusia.

Senin, 07 Januari 2013

Ranah 3 Warna

Buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi ini adalah sebuah buku yang layak mendapatkan apresiasi. Buku yang berkisah tentang seorang Alif yang berusaha keras dan sungguh-sungguh menjalani kehidupannya, meraih cita-citanya.
Jika di buku pertama dari Trilogi Negeri 5 Menara kita mendapatkan pelajaran “Man Jadda Wajada” (siapa yang bersunggung-sungguh akan sukses), maka di buku yang kedua ini ada satu tambahan pelajaran lagi, yaitu “Man Shabara Zhafira” (siapa yang bersabar,akan beruntung). Ternyata keberhasilan, kesuksesan, atau apapun yang bermakna pencapaian itu tidak hanya cukup dengan bersungguh-sungguh, tapi juga harus diiringi konsep sabar. Sabar dalah hal ini tidak berarti diam

Senin, 24 Desember 2012

Menjelang berubahnya angka dibelakang angka "2"

Tidak terasa saya telah menjalani usia dengan didepan angka 2, akhirnya akan tiba juga penggantian angka disebelah angka 2 *bingung kan?* hehe..
Yaaaa saya akan semakin tua. Senang sekali karena tuhan masih memberikan kesempatan bagi saya untuk bisa mengubah dunia. And i fell sad karena saya bukan ABG lagi, tentunya bahasa alay sudah tidak pantas untuk saya gunakan.. B3TUL T1D4K ?
Pertanyaan yang memenuhi pikiran saya saat ini adalah, apa yang telah saya berikan kepada keluarga saya terutama orangtua, sahabat, teman,  kepada lingkungan, terhadap negara *kejauhan ga yah* hehe
saya merasa, saya masih berbentuk cangkang yang belum memiliki isi. Semoga tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi saya.

Minggu, 08 April 2012

hellow, i come back to my diary :)

baru buka blog lagi... dan sumpah saya merindukan laman pribadi yang disajikan untuk umum ini yang tentunya telah lama tak ku singgahi. entah kanapa ya .. akhir2 malas ngapa-ngapain. baca buku malas...mendatangkan mood baca susah sekali *sigh Right now im must to change my bad habits. :)

Jumat, 02 Desember 2011

siang itu saya melihat lelaki tua yang berpakaian lusuh, rombeng, kotor,  badannya kering, mukanya keriput, bertopi butut, membawa karung yang berisi barang bekas,  dan... ahh saya tidak kuat membayangkannya :(
lelaki tua itu berjalan bersama seorang wanita yang penampilannya tidak jauh beda dengan lelaki tua itu, lelaki tua itu memegang erat tangan wanita tua itu, sepertinya wanita itu adalah istrinya. jujur... air mata saya hampir menetes melihatnya.
saya ketika itu sedang duduk kedai bakso pinggir jalan di pusat kota. lelaki tua beserta istrinya melewat depan kedai bakso, wanita tua yang saya perhatikan sudah melihat baso dari bilik kaca mungkin seperti makanan yang paling enak didunia, matanya tidak jauh memandang bakso-bakso yang berjajar. lelaki tua yang tetap memegang tangan istrinya dan sebelah tangannya lagi memegang karung yang berisi barang bekas seolah-olah tidak mengetahui bahwa istrinya sedang memandang bakso yang ia lewati.

Rabu, 16 November 2011

Indonesia Bisa

Pukul 02.55 Aku terbangun dari tidur dan sekarang sudah pukul 03.55 masih saja belum bisa tidur. Berfikir apa yang harus dilakukan. sholat malam sudah, sesudah itu baca buku? Males.. akhirnya nyalakan laptop conect to internet buka mozila, lalu masuk web blogspot.com dan sampai juga disini. blog sudah lama tidak ku tengok, dan Raut wajah blognya sangat kusam, sarang laba-laba dimana-mana #nahLOH... Hari ini hari kamis tanggal 17 November 2011 tepatnya hari ke 6 ajang perhelatan pesta olahraga seAsia Tenggara yang ke 26. Indonesia yang menjadi tuan rumah sampai sekarang masih menduduki peringkat pertama perolehan medali. Besok adalah pertandingan yang dinanti-nanti yaitu Sepakbola Indonesia VS Malasyia. Entah kenapa mendengar nama malasyia sepertinya suasana beda, setiap melawan malasyia dicabang olahraga apapun pasti akan berlangsung dengan sengit ditambah dengan gemuruh penonton pendukung indonesia yang selalu kompak meneriakkan IN-DO-NE-SIA. Melawan malasyia sepertinya bukan hanya memikirkan kalah menang tapi juga memikirkan harga diri. Teriakkan yang kurang santun terkadang dilontarkan oleh para penonton dengan kompak. Seharusnya masyarakat bisa membedakan mana politik mana pertandingan, namun sepertinya sulit dan tidak bisa.  Selalu membayangkan jika aku menjadi seorang atlet dan ketika bertanding diteriakkan “maling...maling” pasti aku akan jongkok lalu tutup muka dan menangis #Mental Tempe.

Diberdayakan oleh Blogger.